22 Juli, 2011

Pilihan dan Keberanian Dalam Hidup

"Ini berapa,Bang?" Tanyaku pada Abang penjual rantai kunci.

"Udah deh,buat non Abang kasih harga sepesial.Hanya 20 Real." Jawab Abang penjual rantai kunci.

"Tidak kurang ,Bang?Kalau boleh kurang aku ngambil lebih dari satu." Tawarku.

"Ya udah 15 Real,non.Harga sepesial dan termurah dari pelanggan  Abang hari ini." Kata Abang penjual rantai kunci merayuku.

" Idih,20 Real sepesial.15 Real juga sepesial?Gemana,sich?Ikh..," Gumanku sambil pilih-pilih rantai kunci.

Selesai memilih 4 biji rantai kunci terbaik dan menyodorkannya,tiba-tiba pikiran abang penjual rantai kunci itu berubah.

"Wah,non.Abang nggak bisa ngasih kalau cuma segini." Katanya sambil memasukkan rantai kunci ke dalam kantong plastik.

"Lho,tadi Abang sendiri yang bilang segitu.Gemana sich?" Kataku.

"Yah,terlalu murah kalau cuma segitu,non.Tambah 10 Real." Katanya memelas.

"Tidak bisa! Ya udah kalau gitu,nggak jadi!" Kataku sambil memasukkan uang ke dompet dan meninggalkan toko itu.

Sepeninggalku dari toko rantai kunci itu ,aku rada panik;kawatir tidak menemukan toko rantai kunci di pasar itu.Sedangkan aku sangat membutuhkannya.Di sisi lain juga tidak mungkin mempunyai waktu untuk pergi ke pasar lain.

Dengan terus melangkahkan kaki mengitari pasar,aku memang bener-bener tidak menemukan toko rantai kunci.Akhirnya aku lelah dan berniat untuk kembali ke toko rantai kunci tadi.Baru nyampai di sudut toko rantai tersebut,tiba-tiba mataku menoleh ke kanan.

"Hah, itu kelihatannya di sana ada rantai kunci juga.Coba aku lihat." Gumanku kegirangan,walau belum yakin.Setelah sampai di toko itu,aku benar-benar nggak percaya dengan apa yang kulihat;rantai kunci yang cantik-cantik.

"Wah...ini dia yang aku cari..!!!" Kataku kegirangan sambil memilih rantai kunci bersamaan dengan kesetujuan harga dengan penjual rantai kunci.

Langsung aku bayar dan pergi dengan puas hati sambil berguman-guman sendiri;kejadian tadi seperti hidup ini.Penuh pilihan dan keberanian.Dalam bercinta atau berumah tangga misalnya.Seringkali orang harus di hadapkan dengan membayar perlakuan lebih dari yang terjanjikan.Sebagian orang berani mengelak dan memilih pada yang mereka kira pantas mereka dapatkan.Sebagian lagi mereka berani tetap membayarnya seperti yang terpinta.Tetapi semuanyapun telah tergariskan dan tertuliskan dari Allah s.w.t. Siap mensyukuri apapun yang akan terjadi dan apapun yang telah terjadi pada diri kita,jelek ,buruk,ataupun baik adalah orang mukmin sejati.Dan pastinya orang yang bahagia dunia dan akhirat.

14 komentar:

Fajar mengatakan...

bersyukurlah bahwa.. kita masih..menginjakkan kaki... (diatas bumi berpijak.. by PADI)

nietha mengatakan...

itu namanya takdir ya mbak.

Taufik Bilfagih mengatakan...

Yayayayay... hm... Tadinya cuma pengen minta izin untuk follow, eh, tersipu sejenak mmbaca kisahnya... begitulah jika udah begitu...

AISHALIFE-LINE mengatakan...

@ Fajar:yab,selalu bersyukur.
@nietha:betul,sist.
@Taufik Bilfaqih:terimakasih kunjugan dan komentarnya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

berani dalam menjalani hidup itu yg sulit sis

Sriayu mengatakan...

There's always reason for everything we do...

Salam Blogger

Sriayu mengatakan...

There's always reason for everything we do...

Salam Blogger

AISHALIFE-LINE mengatakan...

@SCP:sulit tapi diharuskanya,sist hehe
@Sriayu:you're right my dear.

Ku Lihat, Ku Dengar, Ku Rasa mengatakan...

Nice, ya saya stuju.
aminnnn..
smga sllu sksez dlm wkt nya ya sist!

[L]ain mengatakan...

hidup emang selalu soal pilihan kan. Jangan salam ambil langkah aja.

SHUDAI AJLANI (dot) COM mengatakan...

Kalo kamu balik lagi ke pasar itu, aku titip salam ya buat penjual rantai kunci tadi B)
Tulisan mu bagus, aku suka B)

Dhe mengatakan...

yup, dhe ngopy komen fanny ahh.. berani dalam menjalani hidup ^_^
krn mnurut dhe ada hal dlm hdup kami yg kadang kami ga brani mngambil kputusan krn ssuatu yg memang ga baik hasilnya :)

Quinie mengatakan...

betul sis, hidup adalah pilihan... dan ketika kita sudah memilih, kita juga harus siap dengan konsekuensi dari pilihan tersebut :)

Anonim mengatakan...

ya aisha, apa yang ente katakan adalah sangat benar. Untuk wanita dia harus menerima semua keputusan. Dia harus menerima pilihan yang telah ditetapkan oleh calon suaminya karena semata karena ALLAH SWT. Wanita yang tidak menerima pilhan dan keputusan yang telah ditetapkan oleh ALLAH SWT, dia harus masuk neraka atau mati saja. hanya itu saja pesan dari saya, jadilah wanita yang salehah,dan tunduk mutlak kepada suami sesuai ajaran Islam.