Sedikit pendapat tentang "menghargai perbedaan pendapat" dari orang yang saya tidak kenal namun saya sangat cocok sekali dengan pendapat ini:
Terkadang kita sebagai manusia merasa kita yang paling benar, dan kita mungkin pernah meremehkan pendapat, atau saran dari orang lian. Kerap ketika kita mengedepankan keangkuhan pribadi dalam menerima pendapat dan kritik, dan kita meremehkan orang lain.
Sering juga kita mengabaikan hati nurani, dalam pengambilan keputusan, sebenarnya perbedaan pendapat adalah suatu anugerah yang patut disyukuri, karena dengan perbedaan pendapat kita bisa memiliki banyak pilihan keputusan, atau alternative penyelesaian masalah.
Sering kita sakit hati ketika ide atau gagasan kita tidak diterima oleh sahabat, rekan kerja, rekan bisnis, keluarga, dan suatu hubungan interaksi sosial lainnya. Coba kita berfikir positif jika pendapat kita belum dipakai, mungkin pendapat orang lain lebih tepat untuk meyelesaikan permasalahan.
Dengan kita bisa menerima pendapat atau pandangan orang lain, dan tidak memaksakan kehendak, adalah cermin dari kedewasaan, kebijaksanaan dari seseorang. Sesorang yang sudah berpribadi matang, cenderung akan menghargai pendapat orang lain, dan orang yang belum dewasa akan cenderung memaksakan kekuatanya.
Jadi kenapa tidak kita bergabung bersama untuk mendapat ide yang lebih baik, atau menghargai ide orang lain saat ide kita tidak diterima. Tetapi kita juga janganlah congkak ketika ide kita diterima. Mari kita saling menghargai perbedaan pendapat diantara kita. Karena manusia terdiri dari banyak pemikiran. Dan mari kita buat perbedaan menjadi hal yang menyatukan.
Adakalanya kita harus mengalah untuk menang, dan juga kita memang harus benar-benar mengalah untuk kebaikan bersama tapi disuatu saat kita memang harus mengalah untuk kalah karena memang kita hanyalah manusia yang tidak sempurna“Bersifat lapang dada saat ide kita tidak diterima adalah sebuah proses kematangan diri”
“Menghargai perbedaan pendapat adalah sangat bijaksana” http://fadli.web.id/
Kembali ke manfaat tidur siang....
Baru-baru ini di Amerika Serikat ada suatu penelitian yang menyatakan bahwa tidur siang yang disertai dengan mimpi, dapat memicu kreativitas untuk menyelesaikan masalah dengan lebih baik. Tentu saja melalui pemikiran lateral atau kreatif.
Penelitian para ahli dari Universitas California San Diego ini dilakukan dengan memusatkan pada inkubasi. Hasilnya menunjukkan bahwa inkubasi memang mendorong munculnya kilasan penglihatan, terutama jika orang memasuki fase tidur yang disebut dengan Rapid Eye Movement (REM).
Penelitian itu melibatkan 77 orang relawan. Mereka diberi beberapa masalah yang harus diselesaikan. Selain itu kepada mereka juga diinstruksikan agar memikirkan masalah tersebut hingga sore hari dengan jeda istirahat tanpa terlelap. Tidur siang mereka terus dimonitor para ilmuwan.
BBC memberitakan, mereka yang tidur dengan disertai REM menunjukkan peningkatan keberhasilan memecahkan persoalan sampai 40 persen. Dibanding mereka yang tidak disertai REM. Dari hasil penelitian itu, para ilmuwan menganjurkan kepada kita agar lebih mementingkan tidur yang berkualitas. Bukan soal durasi lamanya tidur.
Menurut kepala peneliti, Professor Sara Mednick, lama durasi tidur lebih mempengaruhi kemampuan untuk mencari solusi suatu masalah. Tapi untuk menyelesaikan masalah secara kreatif, hanya bisa diraih dengan tidur yang berkualitas disertai REM. Pasalnya, REM dipercaya mampu membuat otak menghubungkan saraf baru tanpa dicampuri pikiran lain yang muncul ketika kita sedang terbangun atau tidur tanpa mimpi.
Intinya, tidur dengan REM sangat penting dalam menyesuaikan antara informasi baru dengan pengalaman terdahulu. Gunanya untuk memperkaya jaringan yang bisa dimanfaatkan di masa mendatang.(VIN)

