Tampilkan postingan dengan label Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta'ala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta'ala. Tampilkan semua postingan

14 April, 2013

Haramnya Tahazzub (bergolong-golongan) dan Fanatisme dengan Dasar Kezhaliman atau Hawa Nafsu

بسم الله الر حمن الر حيم

Wahai saudara-saudari muslimin dan muslimah, para muallimin dan muallimah, dilarang menghasut manusia untuk masuk ke sebuah golongan dan melakukan sesuatu yang menyebabkan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Sebaliknya mereka harus bersaudara dan saling tolong menolong dalam kebajikan dan takwa. Allah Ta'ala berfirman:

"و تعاونو اعلى البر ااتقوى ولاتعاو نواعلى الاثم والعدوان"


"Dan tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa dan jangan kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan" (QS Al Ma'idah: 2)
Para muallimin juga tidak boleh mengadakan perjanjian dengan seseorang untuk selalu mengikuti setiap keinginannya, membela orang yang dibelanya dan memusuhi orang yang dimusuhinya. Perbuatan ini sama dengan perbuatan 'Jenghis Khan' dan orang yang sepertinya yang menganggap orang yang patuh kepadanya sebagai teman dan orang yang membangkang kepadanya sebagai musuh dan pembangkang.

Namun seharusnya mereka dan para pengikutnya harus selalu berpegang dengan janji untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka, mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya, dan menjaga hak-hak muallim, sebagaimana yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Jika salah seorang ustadz dizhalimi maka dia harus menolongnya. Sebaliknya jika dia melakukan kezhaliman maka harus dicegah dan tidak boleh membantunya dalam kezhaliman itu. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terdapat dalam As Shahih:
نصرأخاك ظالما أومظلوما قيل يا رسول الله هذا أنصره مظالوما فكيف أنصره ظالما قال تمنعه من الظلم فذالك نصرك اياه"

"Tolonglah saudara kalian yang zhalim atau yang dizhalimi." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah! Kami akan menolong saudara kami yang dizhalimi, tapi bagaimana kami menolong saudara kami yang berbuat zhalim?" Rasulullah bersabda: "Kamu mencegah kezhalimannya, itulah pertolonganmu kepadanya."



P.S. Subhanallah...Allahuma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallim... <3

10 April, 2013

DEFINISI AL-FIRQAH AN-NAJIYAH (Ahlus Sunnah wal Jama'ah)

بسم اتته

Firqah (dengan huruf fa' dikasrahkan) artinya sekelompok manusia. Ia disifati dengan an-najiyah, (yang selamat), dan Al-Manshurah, (yang mendapat pertolongan) berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

 "Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tegar di atas al-haq yang tidak akan terkena mudharat dari orang yang enggan menolong atau menentang mereka, sehingga datanglah keputusan Allah sedangkan mereka tetap dalam keadaan begitu"

Adapun Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah merupakan pengganti atau nama lain dari kelompok tersebut. Yang dimaksud dengan As-Sunnah adalah Thariqah (cara/jalan) yang dianut oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka hingga kiamat.

Adapun al-jama'ah makna asalnya adalah sejumlah orang yang mengelompok. Tetapi yang dimaksud dengan al-jama'ah dalam pembahasan aqidah ini adalah Salaf (pendahulu) umat ini dari kalangan sahabat dan orang-orang yang mengikuti kebaikan mereka sekalipun hanya seorang yang berdiri di atas kebenaran yang telah dianut oleh jama'ah tersebut.

Abdullah bin Mas'ud rahimahullah berkata:

"Jama'ah adalah apa yang selaras dengan kebenaran, sekalipun engkau seorang diri."

Dari 'Auf bin Malik yang berkata: Rasulullah shallahu alaihi wassallam bersabda:
"Umat Yahudi berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di Jannah sedangkan tujuh puluh golongan di naar. Umat Nasrani berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di naar sedangkan satu golongan di Jannah. Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu golongan di Jannah sedangkan tujuh puluh dua golongan di naar."

Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dengan lafazhnya dari Mughirah, lV/187 dan Muslim lll /1523.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, ll /1322 dan dishahihkan oleh Albani, lihat "Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir" l / 357 dan "Al-Hadiths Ash-Shahihah" no. 1942 'Musnat Ahmad" lV / 402 dan "Aunul Ma'bud" Xll / 340.
"Ar-Raudhah An-Nadiyah Syarh Al-'Aqidah Al-Wasithiyah" hal. 14 Zaid bin Fayyad dan Muhammad Khalil Al-Haras, hal. 16.
Ibnul Qayyim, "Ighatsatul Lahfan min Mashayid Asy-syaithan", l/70

P.S. Mengkaji ulang, ulang, ulang, dan ulang As-Sunnah. :)