12 Agustus, 2008

Pemanasan Global Dan Perubahan Iklim

Perubahan iklim telah melanda seluruh dunia. Beberapa contoh: dari meningkatnya keakutan dan frekuensi badai, gletser meleleh dengan cepat,gagal panen dan permukaan air laut naik. Negara bagian utama amerika serikat california salah satu negara yang telah mengalami kesengsaraan ini , dari pemanasan global, kekeringan, gelombang panas, berkurangnya salju di wilayah pegunungan dll.

Perubahan iklim bukan saja di lihat dari kerasnya cuaca, lebih jelasnya dampak utama dari pemanasan global ini adalah terhadap kesehatan manusia. Pergeseran penyakit sekarang ini , terutama pada nyamuk. Malaria timbul di karenakan populasi udara di daerah tertentu .Misalnya di afrika , karena udara terlalu dingin, nyamuk-nyamuk tidak naik ke gunung. Tetapi jika suhu udara itu berubah, nyamuk-nyamuk akan naik lebih tinggi ke atas gunung. Sebagai contoh ada beberapa kota utama di Afrika yaitu Nairobi dan Harar yang sudah di bangun tempat-tempat di gunung untuk menghindari malaria.

Perluasan vektor penyakit lainnya adalah :
peningkatan muntaber karena memanasnya saluran air( yang) masuk kelingkungan yang mengakibatkan serangga-serangga tumbuh lebih baik.Naiknya permukaan air laut , sebabkan oleh perpindahan penduduk di pesisir dengan akibat kesehatan yang berhubungan.Peningkatan dalam penyimpangan psikologis, karena perubahan iklim yang bisa menyebabkan stres pada seseorang. Stres tidak semuanya negatif dan bisa juga mendorong seseorang untuk bertindak, kemungkinan itu baik, tetapi jelas sekali terdapat sisi negatifnya. Stres psikologi akan ada pada populasi para pengungsi.

Para Ilmuwan telah melihat utama dampak utama dari perubahan iklim pada kesehatan masyarakat warga yang paling rapuh anak-anak di negara-negara berkembang .Telah ada penelitian sistematis pada efek kesehatan, karena perubahan iklim mulai tahun 2000 terdapat 150.000 kematian premature di seluruh dunia. Sekarang penelitian itu sedang di ulangi. Akan bertambah besar masalahnya adalah bukan pada 150.000,Adalah faktanya bahwa itu berkembang dan di duga akan lebih banyak. Ini gagasan dari pendistribusian dampak ini keseluruh dunia.Dan 88% dari dampak itu adalah anak-anak di dunia ke tiga, karena mereka rapuh, kekurangan gizi, yang tidak punya akses pada pelayanan kesehatan, mereka yang tinggal di lingkungan buruk. Jadi merekalah yang akan menderita karena pengaruh kesehatan perubahan iklim.

Faktanya adalah dampaknya berkenaan dengan kesehatan perubahan iklim, sebenarnya anak-anak, terutama anak-anak di Afrika, India, dan tempat-tempat miskin di Amerika Latin. Dan itu adalah karena malaria, muntaber , kurang gizi atau efek lainnya dari kesehatan, karena perubahan iklim mengubah produktifitas pertanian di daerah-daerah di mana permukaan air laut telah naik tepat di sudut dari kekurangan gizi.

Perubahan iklim akan meningkatkan polusi air di udara terbuka terutama ozon, karena saat ini ia adalah suatu fungsi dari suhu dan sinar matahari. Sebelum peradapan dan pertanian semua hal-hal ini terjadi dalam satu kurun waktu iklim yang sangat stabil di sebut Holocene dari sepuluh ribu tahun terlahir. Sebelumnya adalah zaman es. Iklim zaman es jauh lebih bergolak dan terdapat banyak perubahan kuat; hanya dalam beberapa tahun iklim akan berubah dari satu keadaan kelainnya dan kemudian kembali.
Tapi pada zaman di mana manusia telah beradap telah ada, iklimnya sangat stabil dan sekarang manusia terancam untuk meninggalkan iklim stabil itu menuju ke iklim di mana manusia sebagai satu spesies belum pernah melihatnya sebelumnya.

Tapi selain itu, selain dari ledakan volkanis yang memancarkan jumlah besar karbondioksida, ini adalah yang di sebabkan oleh manusia akumulasi karbondioksida bahan bakar fosil.Hal itu sangat itu tepat manusia bisa meragukan jumlah karbondioksida di atmosfir dan membandingkan itu dengan berapa banyak bahan bakar fosil yang manusia bakar, dan sangat jelas bahwa kadar karbondioksida naik karena aktifitas manusia. Bukan karena gunung berapi atau hal lain seperti itu.

Tapi akibatnya akan sama dengan apa yang manusia lihat di masa lalu. Bumi akan memanas dengan cara serupa dan hasilnya akan mirip. Dahulu ada suatu kondisi iklim 55 juta tahun lalu yang di sebut dengan kondisi maksimum termal Paleocene-Eocene dan amat tidak jelas apa yang terjadi, tapi ada beberapa pelepasan karbondioksida dari bumi ke atmosfir dengan cepat dalam kira-kira antara seketika dari sepuluhribu tahun; mereka tidak tahu pasti berapa berapa lama di perlukan . Tetapi jumlah karbon yang di lepaskan mungkin bisa di bandingkan dengan jumlah batubara yang manusia punya atau jumlah dari metan hidrat. Dan kemudian bumi memanas dan lalu butuh waktu 150.000 tahun bagi iklim untuk pulih dari itu yang adalah sama lamanya yang di perlukan bagi bumi untuk pulih dari pemanasan global juga .

Karbon dioksida saat di lepaskan di udara, itu hanya akan berakumulasi di atmosfir dan sistem lautan perlu waktu yang sangat lama untuk dapat pulih kembali. Bumi memiliki mekanisme untuk menstabilkan iklimnya, adalah seperti mukjizat membayangkannya, tapi itu kelihatan benar.Tapi mekanisme-mekanisme ini untuk menstabilkan iklim bekerja amat perlahan-lahan drastis karena es leleh di musim panas.

Kehancuran dari lapisan es Wilkins di antartika pada 2008 di mana potongan es sebesar 406 kilometer persegi runtuh kedalam laut. Menarik perhatian dan kekuatan global atas tingkatan perubahan iklim melampaui skenario. Kasus terburuk yang di buat oleh Panel Antar Pemerintah Persatuan Bangsa-bangsa pada perubahan iklim.

Definisi: es di laut memainkan peran penting dalam iklim karena memantulkan sinar matahari kembali keangkasa dan ketika es laut meleleh, matahari bersinar di Artik sepanjang tahun, selama 24 jam sehari di musim panas . Jadi terdapat banyak cahaya matahari, maka itu mulai menyerap cahaya matahari. Dan hal itu bisa menambah iklim Artik dengan amat kuat dan itu secara tidak langsung mempengaruhi gas metan. Dan juga lapisan es di Green Land dan sirkulasi dari Atlantik Utara dan banyak hal lain di tempat yang tinggi.

Apakah kadar dari karbon dioksida di udara saat ini dan apa saja sebelumnya sebelum manusia menyadari bahwa ada pemanasan global sedang berlangsung. Kadar tersebut pada tahun 1750, tidak ada orang yang dapat mengukur kadarnya saat itu , tapi manusia punya gelombang udara kuno yang terperangkap di inti es. Jadi manusia dapat mengukur dan bisa tahu bahwa pada saat itu sebelum aktifitas manusia, kadar dari karbon dioksida adalah sekitar 280 bagian per juta.Dari satu juta molekul udara, 280 dari mereka adalah karbon dioksida.Yang saat ini sampai 380 atau 385.

Sebelum periode iklim panas pada zaman es terakhir, kadar Co2 di udara adalah sekitar 200. Jadi perubahan dari 200 ke 280 sudah cukup untuk mengubah iklim bumi dari dunia es di mana saat itu ada dua miles di atas kepala manusia. Menjadi dunia interglasial.

Data inti es yang menceritakan mengenai nilai pada tahun 1750 atau zaman es sekarang kembali pada 800.000 tahun dan kadar Co2 saat ini jauh lebih tinggi di bandingkan yang pernah terjadi selama periode 800.000 tahun tsb.
Dalam sejarah bumi , manusia telah mengalami pemanasan global sebelum ini . Manusia pulih dari itu dan manusia masuk dalam periode es gletser lalu manusia menjadi panas lagi.

Collection Iklim Bumi

2 komentar:

Abi Bakar mengatakan...

Blognya regi posting2x nya berbobot semua, mantab!

Aisha mengatakan...

bie? lom tidur?