27 Oktober, 2009

Perkembangan kota Jeddah Saudi Arabia


Waktu saya datang ke Jeddah tahun 1989,umur saya waktu itu baru 12 tahun.Jeddah ini masih kosong.Belum ada bangunan-bangunan.Masih ada hewan-hewan liar;seperti anjing liar dan ular.Saya tidak berani sama sekali keluar dari rumah.Habis sekolah,nonton TV aja di rumah.TV-TVpun belum menggunakan parabola.Baru menggunakan antena yang cuma dapat nyambung 2 channel Saudi Arabia.Dan acaranya cuma dakwah dan dakwah.Perempuan kalau keluar,rata-rata masih memakai cadar.

Tapi sekarang...wow subhanallah...Jeddah sudah penuh dengan bangunan-bangunan baru.Rumah-rumah baru,dengan design-design baru.Tiap hari saya menemukan mall-mall baru.Tiap hari saya menemukan restoran-restoran baru.Tiap saya menekan apartemen-apartemen baru.Tiap hari saya menemukan cafe-cafe baru.TV -TVpun sudah menggunakan parabola dengan ribuan canel.Apalagi kalau pakai ADSL seperti saya,bisa di pakai buat komputer dan receiver.Menangkap puluhan ribu canel Eropa,Amerika,Afrika,Asia.Dari yang cool sampai yang hot ada semua.Tapi awas dengan anak-anak! perlu memakai kunci..Pendidikan dan teknologi  juga semakin meningkat.Mahasiswi-mahasiswi lulusan menengah mencapai 121.000 dan perguruan tinggi  44.000 pertahun di seluruh Saudi Arabia.

Dan juga sudah mulai di izinkan meninggalkan adat lama mereka.Tidak memakai cadar atau tutup muka kalau keluar.Dulu kalau mau keluar rumah,wanita harus di dampingi mahramnya.Tidak boleh menginap di hotel sendiri.Tidak boleh travel sendiri.Hak yang di berikan pada wanita hanya menikah dan mengurus anak di rumah.Sekarang perempuan perempuan sudah di beri sedikit hak-hak mereka.Kecuali mengemudi mobil.

Bahkan baru-baru ini,Princess Adelah binti Abdullah ibn Abdul Aziz mengatakan bahwa,wanita mempunyai peran penting dalam kemajuan bangsa.Negara tidak akan berkembang tanpa menggunakan semua bakat dan kemampuan dari warga negara baik laki-laki maupun perempuan.
Ia memperkirakan angakatan kerja saat ini mencapai 11,5 juta dan mengantisipasi bahwa angka akan naik menjadi 12 juta pada tahun 2020.

Para perempuan secara terbuka telah mengkritik kebijakan hukum yang menghalangi masyarakat dan menghambat kemajuan dan perkembangan bangsa.Berkaitan dengan tradisi dan budaya,interprestasi islam yang kaku.Tidak mendukung keluarga dan suami,serta hukum-hukum syari'ah dan peraturan yang mengatur pekerjaan perempuan.

Tapi bagaimana dengan perempuan muslimah di lain negara,seperti di Indonesia?Akankah mereka semakin maju? atau akankah mereka semakin mundur ke ribuan tahun yang lalu?Mengikuti adat negara lain,yang negara itu sendiri sudah mulai meninggalkannya?

22 komentar:

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

ternyata Mbak Aisha sejak kecil sudah di Jeddah...

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Semoga saja perempuan muslimah di Indonesia bisa dapat porsi dan kesempatan yang sama dengan perempuan di Jeddah.

Riz@l mengatakan...

dari kecil to disana...??
udah pernah balik ke Indonesia blum..

yans'dalamjeda' mengatakan...

Jeddah, simbol kota islam yang mengalami perubahan luar biasa. Pernah terbayangkah bahwa Jeddah menjadi sedemikian rupa seperti saat ini.
Paragraf terakhir sungguh menggugah. Apa yang dianggap banyak orang sebagai kemajuan, barangkali juga itu adalah sebuah kemunduran. Pada akhirnya, kejahiliaan akan dipuja.

neng rara mengatakan...

assalamualaikum...
kabar baik mbak, lama ga koment di sini.
terlihat banget yah perubahannya, mulai dari sarana fisik hingga budaya dan hak -hak wanita.
sharing yang menarik mbak.
salam

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

lama banget ya tinggal di sana sejak umur 12? woow...

Itik Bali mengatakan...

Wah mbak, lama banget tinggal di saudi Arabia ya
hebat, kapan aku bisa kesana?

Ali Mas'adi mengatakan...

wuah... hebat yah udah pake parabola... klo di indonesia mah.. pake wajan penggorengan aja...

alamendah mengatakan...

Ayo yang perempuan-perempuan segera jawab. Mau mau apa mundur.
Btw, menurut saya enaknya sih maju mundur.

isti mengatakan...

semoga maju tanpa kebabalasan..

Berry_Devanda mengatakan...

sangat bermanfaat sekali infonya mbak...

Rosi aja mengatakan...

insyaallah klo ttp berpegang teguh pd tali Islam ngga bakal salah arah mbak. bumi Arab memang tanah dimana Islam pertama kali menyebarkan keharumannya tp bukan berarti kita berkiblat pd orang2 Arab. insyaallah kita berkiblat pd saripati kebaikan yang pernah ditebarkan Islam disana. Salam

Zippy mengatakan...

Wedew..mbak, tahun 89 mah saya baru lahir...
Ya..ampun, dari kecil disana rupanya...
Kayak'x asik yah...
Itulah suatu perkembangan jaman...

Klik ce-Klik mengatakan...

Ya...semoga saja mbak, di Indonesia bakal sama dengan disana...
Mungkin masih dalam proses untuk saat ini, hehehe...

pakwo mengatakan...

Assalamua'alaikum wr.wb.Apa kabar ni ibu Aisha...senang saya dapat membaca postingannya. Ya ...di Indonesia mengenai wanita cukup dihargai haknya Tinggal wanitanya sendiri mau atau tidak menggunakan kesempatan tersebut. pada Mentre kabinet jilid 2 ini ada 5 mentri wanita.

mrpsycho mengatakan...

hmmm timur tangah memang pesat berkembang ya, apalagi Dubai sekarang

alamendah mengatakan...

Bloghicking pagi-pagi (di sini). Mengunjungi para sahabat, siapa tahu ada suguhan yang hangat.

Bongjun mengatakan...

jangan khawatir dgn perempuan indonesia sis,...saat ini mulai dari jabatan ketua RT sampai presiden pernah dijalankan oleh perempuan, yang penting mampu.

gimana perkembangan blogger arab ? semeriah blogger Indonesia kah ?

sunflo mengatakan...

emang pesat perkembangan saudi... btw, dah lama di sini ya sis??

lilliperry mengatakan...

ada perubahan besar sepertinya disana

semoga kemajuan Jeddah masih di koridor yang bisa dipertanggungjawabkan..
senang hak2 wanita disana bisa ditangani dengan baik oleh pemerintahnya.. moga kita disini juga bisa..

NURA mengatakan...

salam sobat
wah betah sekali mba AISHA ini,,,
dari unur 12 th.,sampai saat ini.
masih di JEDDAH,,ngga pingin pindah ke lain misalnya ke CATAR, ABUDABI,KUWAIT ,,atau ke ALJUBAIL,,he,,he

Anonim mengatakan...

Mba, mo nanya. Saya ada rencana ke Jeddah utk kunjungan bisnis. Namun katanya, klo utk perempuan, ngurusnya visanya rumit. Apa ebner ya mba? Thanks infonya.