11 Juni, 2010

Khalifah Rasyidah Kelima-Pemimpin Yang Perlu di Teladani


Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Harb bin Umayyah.Beliau di kenal dengan Umar kedua lantaran kebiksanaan,keadilan dan kejujuran serta kesederhanaannya.Ayah Abdul Aziz pernah menjadi gubernur di Mesir selama beberapa tahun.Beliau masih merupakan keturunan Umar bin Khathab melalui ibunya,Lailah Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khathab.



Umar menghabiskan sebagian besar hidupnya di Madinah.Ketika ayahnya,Abdul Aziz wafat,Kahlifah Abdul Malik bin Marwan menyuruhnya ke Damaskus dan  menikahkannya dengan putrinya Fathimah.Pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik,Umar bin Abdul Aziz di angkat menjadi gubernur Hijaz.Ketika itu usianya baru 24 tahun.Saat masjid Nabawi di Bongkar untuk di perbaiki,Umar bin Abdul Aziz di percaya sebagai pengawas pelaksanaannya.


Umar membentuk sebuah Dewan Penasehat beranggotakan 10 ulama terkemuka.Bersama merekalah Umar mendiskusikan berbagai masalah yang di hadapi masyarakat.Karena beberapa tindakan keberaniannya memberantas kezaliman,atas hasutan hajaj bin Yusuf dan orang-orangnya,Umar di berhentikan dari jabatan Gubernur.Namun,ketika Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik berkuasa,ia kembali di angkat sebagai al-Katib(sekretaris).


Meski pernah menjabat sebagai Gubernur dan al-Katib,tapi Umar tak pernah berambisi menjadi Khalifah.Ketika Khalifah Sulaiman sakit ,dan putra mahkotanya,Ayub meninggal,ia minta pertimbangan kepada Raja' bin Haiwah.Ketika itu,Raja' mengusulkan nama Umar bin Abdul Aziz.Padahal dalam suatu kesempatan Umar pernah menolak untuk di nobatkan menjadi Khalifah.Ternyata,tanpa sepengetahuan Umar,sang Khalifah sudah membuat kesepakatan untuk mengangkat Umar bin Abdul aziz sebagai Khalifah dan Yazid bin Abdul Malik sebagai Khalifah setelahnya.

Walaupun Umar bin Abdul Aziz hanya memerintah selama dua setengah tahun,tapi kebijakan yang beliau buat sungguh berjasa bagi kejayaan umat Islam.Beliaulah yang memulai menerapkan syariat Islam secara utuh dengan minta bantuan para ulama seperti Hasan Bashri.Pada masanya juga hadis-hadis mulai di bukukan.


Umar juga mempunyai perhatian terhadap cabang ilmu,seperti kedokteran.Beliaulah yang mengusulkan memindahkan sekolah kedokteran di Iskandariyah Mesir, ke Antakiya,Turki.Umar juga bersikap lunak terhadap musuh-musuh politiknya.Ia juga melarang kaum Muslimin untuk mengecap Ali bin Abu Thalib.


Untuk menegakkan keadilan dan kebenaran,Umar mengirimkan utusan ke berbagai daerah untuk memantau kerja para Gubernur.Jika menemukan penyimpangan,Umar tak segan-segan memecatnya,seperti yang beliau lakukan terhadap Yazid bin Abi Muslim,Gubernur Afrika Utara dan Shalih bin Abdul Rahman ,Gubernur Irak.Umar juga mengembalikan tanah yang di rampas para penguasa.


Dalam bidang militer,Umar tidak menaruh perhatian untuk membangun angkatan perang.Beliau lebih mengutamakan pemakmuran kehidupan masyarakat.Karenanya ,beliau memerintahkan Maslamah untuk menghentikan pengepungan  Konstantinovel dan penyerbuan ke Asia Kecil.


Di bidang ekonomi,Umar membuat kebijakan yang bisa melindungi rakyat kecil.Pada masanya orang-orang kaya membayar zakat,sehingga kemakmuran benar-benar terwujud.Konon,saat itu sulit menemukan para penerima zakat lantaran kemakmuran begitu merata.

Dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan itu,Umar selalu berada di depan.sebelum menyuruh orang lain berlaku sederhana,beliau lebih dahulu bersikap sederhana.Seperti,sebelum menjadi Khalifah,biasanya Umar mengenakan pakaian bagus,namun setelah menjabat Khalifah justru berbalik.Beliau menolak berbagai fasilitas kerajaan.Bahkan harta miliknya pun di jual dan uangnya di masukkan ke baitul Mal.


Di antara bukti bahwa Umar sangat tidak ingin menggunakan fasilitas negara adalah kisahnya dengan putranya.Suatu malam ketika beliau sedang di kantor untuk urusan negara putranya datang.Begitu mengetahui bahwa putranya ingin membicarakan masalah keluarga,Umar memadamkan lampu yang beliau gunakan.Keduanyapun berbincang dalam kegelapan.


Ketika hal itu di tanyakan putranya,dengan yakin Umar menjawab bahwa,mereka sedang membicarakan masalah keluarga.Sedangkan lampu yang mereka gunakan adalah milik negara.Karena berbagai kebijakan dan keadilannya itu,Umar bin Abdul Aziz di kenal dengan Khalifah Rasyidun Kelima atau Umar Kedua setelah Umar bin Khathab.

Semoga pemimpin Indonesia bisa meneladi dua Umar ini,sehingga negeri makmur dan jaya.

29 komentar:

Ali Mas'adi mengatakan...

amiin... semoga Indonesia menjadi negri yg makmur aman damai sejahtera .

Laskamana Embun mengatakan...

Amin. Semoga pemimpin di Indonesia mempunyai sifat itu :)

catatan kecilku mengatakan...

Umar bin Abdul Aziz pemimpin yg hebat sekali. Terima kasih utk sharingnya, aku jadi makin mengenal sosoknya nih.

the others... mengatakan...

Selama ini aku lebih mengenal tentang Umar bin Khathab.

rizal mengatakan...

sekarang ini susahnya untuk mencari pemimpin yang seperti itu yang bijak sana dan mementingkan kepentingan rakyat.

banyak yang bilang dirinya lah yang layak memimpin, tapi sekali memimpin banyak bohongnya....

nietha mengatakan...

andai bisa meneladani umar, KPK ga akan dibutuhkan karena nggak ada yang korupsi

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, hebat ya...susah cari yg spt itu

Justmeilani mengatakan...

smoga deh para ptinggi kita bs meniru yg sprti itu,..

Rubiyanto mengatakan...

Artikel yang mencerahkan mba', ada Figur yang sangat pantas untuk kita teladani ...

Elsa mengatakan...

aku sih berharap seluruh umat islam di dunia ini punya satu pemimpin yang bisa menyatukan semuanya....

seorang Khalifah yang kuat dan disegani selruh pemimpin dunia

agar negara negara islam gak diam saja saat Palestina dihancurkan begitu

asasi mengatakan...

teladan yang sangt baik untuk para umat, khususnya pemimpin ^_^

eTha.. mengatakan...

ammiinnnn, susahh bgt nyariii yang bgtuu skaranggg.. :(

Aulawi Ahmad mengatakan...

sayangnya para pemimpin kita lebih suka punya gaya kepemimpinan tersendiri bahkan menciptakan own style :(

Narzis Blog mengatakan...

Haduh..jauh bener deh sama pemimpin di negara ini.
Mesti banyak berubah.

Dunia Hape mengatakan...

Jaman sekarang mah orang seperti itu susah di dapat mbak.
Kalo liat yang "ijo" aja, matanya baru langsung melek :D

Mamah Aline mengatakan...

aku harap pemimpin negeri ini dan pemimpin islam dunia mencontoh kebijaksanaan dan kearifan Umar bin abdul aziz

Blog Adhi'S Company mengatakan...

Rodhiyalllohu 'anhum

bluethunderheart mengatakan...

Amien
senang blue membaca postinganmu
salam hangat dari blue

bocahbancar mengatakan...

Khalifah memang patut dita'ati dan diteladani,.,,, Saya senang dengan Khalifah Umar,,,, Lalu kira2 akankah Khalifah di masa sekarang akan ada lagi Mbak mengingat Khilafah telah diruntuhkan pada tahun 1924 silam..???

Salam semangat selalu

Kantong Plastik mengatakan...

Umar bin Abdul Aziz, sesuai dengan namanya ya mba..
aku pernah baca, dulu semasa dia memerintah gak ada hewan ternak yang diterkam binatang buas. itu karena kemuliaannya dimata Allah.

merinding bacanya, semoga indonesia cepat punya pemimpin seperti ini.

arfi mengatakan...

umar bin abdul aziiz memang seorang pemimpin pada zaman dinasti abbasiyah yang sangat dermawan.. beliau juga sangat peduli dengan rakyatnya.. janganlah membandingkan beliau dengan zaman sekarang,, jauhhhh bangetttttttt

Rubiyanto mengatakan...

kunjungan malam mba'....

Naila mengatakan...

siapakah yang bisa meneladani sosok ini dan menjadi pemimpin negeri kita???

AISHALIFE-LINE mengatakan...

@all
thanks komen dan kunjungannya all..maaf belum ada waktu blogwalking nih..

mel mengatakan...

gmn khabar mba Shifa?

FA mengatakan...

apa kabar Jeddah?..baik2 sajakah?

Fajar mengatakan...

akankah di Indonesia yang bisa seperti umar bin abdul aziz.....

Reni mengatakan...

Selamat malam mbak.. mampir lagi. Apa kabar ?

Rubiyanto mengatakan...

lho, emangnya lagi sibuk apa neih?