19 Juli, 2008

Ilmu Pengetahuan dan Ilmiah Pelajaran Kekuatan Do'a

Penyelidikan salah satu bentuk paling purba bagi komunikasi suci itu ialah do'a. Sejak permulaan waktu orang telah mencari bimbingan dari kuasa lebih tinggi dalam waktu keperluan melalui do'a. Berkomunikasi dengan Tuhan sering kali untuk meminta bantuan untuk meringankan kesakitan yang kita atau orang sekeliling kita alami. Ada beberapa bukti sainstifik mengenai kuasa do'a dalam penyembuhan berbagai perobatan.

Menurut ahli antropologi do'a telah di amalkan oleh masyarakat manusia untuk millennia. Beberapa teks yang tertulis adalah 5.000 tahun lamanya menyebut penggunaan bentuk do'a yang berbeda. Kebanyakan agama dan kepercayaan mengamalkan do'a dalam suatu bentuk lain. Terdapat banyak cara berbeda dalam amalan melalui ulangan mantra dan beberapa tasbih. Beberapa kepercayaan mempunyai do'a yang tertentu untuk situasi yang tertentu. Terdapat saintifik yang meningkat dalam bidang "do'a amal" atau do'a jarak jauh yaitu bila seorang berdo'a untuk manfaat individu lain yang terletak di tempat yang berbeda. Terdapat beberapa eksperimen dan tinjauan tentang subjek ini oleh Universiti-universiti dan Institusi-institusi perobatan.

Salah satu pelajaran yang paling di kenali dalam bidang ini di jalankan oleh Dr. Randolph C. Byrd. Pelajaran beliau melibatkan 393 para pasien yang di masukkan ke unit penjagaan Coronari Rumah sakit besar San Francisco di California AS. Para pasien di bagikan secara serampangan kedalam dua kumpulan suatu kumpulan mempunyai kira-kira 3 hingga 7 orang berdo'a untuk mereka.

Di Israel Profesor Leonard Leibovici dari pusat perobatan Rabin mengadakan sesuatu ekspremen tentang kesan do'a amal bagi pasien dengan jangkitan salur darah. Pelajaran ini adalah unik karena do'a-do'a terundur tarikh yaitu 4 hingga 10 tahun selepas pasien didiognasiskan di rumah sakit.

Analisis statik menunjukkan bahwa amal berjarak jauh, yang di undur tarikh bagi pasien di kaitkan dengan pemasukan rumah sakit dalam tempo yang singkat. Mereka juga menunjukan kematian yang kurang.
Profesor Leibovici mengusulkan bahwa do'a boleh di gunakan dengan penjagaan perobatan standar dan ini kedua-duanya berlaku penuh hemat. Beliau juga menunjukkan bahwa mekanisme yang mana pendo'a lakukan tidak di ketahui . Tapi hal itu membuat tidak berlaku penemuan. Beliau percaya bahwa sains akan mendapatkan jawaban pada masa yang akan datang. Sama seperti mekanisme waktu menyembuhkan skurvi, tidak di ketahui pada masa itu. Hal itu di temukan lama kemudian yang di sebabkan oleh asid askorbik dalam buah-buahan sitrus.

2 komentar:

Agung Prasetyo Sukamto mengatakan...

Salam kenal mbak !

Saya undang mbak untuk berkomentar di blog saya ya?

www.agyfriend.blogspot.com

Terima kasih.

Aishalife-line mengatakan...

salam kenal juga thank you.