Mimpi apa aku semalam...tiba-tiba saja tadi telfon berdering.Dan dari siapa?O la-la..dari seseorang yang pernah ingin meminangku,7 tahun ya lalu hehehe.Surprise me!
Arsif :
Kring!Kring...!!Kring...kring!!!
Halo,siapa?
Aisha (nama samaran tentunya)?Ini Aisha?Boleh bicara dengan Aisha?
Iya,ini Aisha.Dengan siapa nih?
Masa lupa sama suara saya?Ini Anton.
Owh,hi mas,apa kabar?Tumben telfon?Ada apa?Iya,lupa,suaramu sudah beda,sudah kebapak-bapakan gitu loh...selorohku.
Masa dek?Suaramu masih tetap sama seperti dulu,terasa adem mek cless di hati,katanya menggoda.
Ah,bisa aja kamu mas.Ke poinnya aja.Ada apa tiba-tiba telfon?
Tidak ada apa-apa dek,cuma teringat aja.Lagi bersih-bersih ,kutemui beberapa benda yang waktu itu akan ku persembahkan padamu.
Ooo,I see.Masih tersimpan ya mas.Ngomong-ngomong bagaimana kabar istrimu mas?Sudah punya momongan berapa?
Baru satu dek,laki-laki.Kamu sendiri bagaimana?Sudah nikahkah?
Iya mas,saya sudah nikah satu tahun ini,tapi belum di karuniai anak.Dan saat ini lagi pisah sama suami.Kami tidak pernah ada kecocokan dalam berfikir,selalu berbeda pendapat,sering argue,jadi aku memilih hidup sendiri dan suamiku memilih tinggal bersama kerjaannya nun jauh disana,dari pada tinggal bersamaku,kataku polos.
Hahaha...kamu dek,maumu menang sendiri.Salah sendiri kamu dulu menolakku,kalau tidak,pasti kamu sekarang kubahagiakan,katanya yakin.
(??? dalam hati)Hehehe,sudahlah mas,itu kan masa lalu,sudah berlalu.Toh sekarang mas sudah memiliki istri dan anak.Semoga hari-harimu bahagia mas.
Hening..beberapa detik.Hingga tiba-tiba kami bicara bareng dan...silahkan bicara dulu dek,lanjutnya.
Tidak mas,silahkan Anda bicara dulu,saya mendengarkan,kataku.
Kamu kapan ke Indonesia?Pernah pulangkah,setelah berpisahan kita?Ku hitung sudah 7 tahun sekarang,katanya.
Sebenarnya 1 tahun semenjak perpisahan kita,saya pernah pulang,tapi saya sengaja tidak memberi kabar.Yah,semua itu ku lakukan demi kabaikanmu dan kebaikanku.Maaf ya mas,kamu tahu apa maksudku kan?
Iya,tahu.Aku juga minta maaf,yang waktu itu sengaja langsung mencari penggantimu dan sengaja mengundangmu ke pernikahanku.Terlalu sakit rasanya,ketika orangtuamu dan kakekmu bilang kita tidak jodoh,dan kamu mengikuti kata mereka begitu saja tanpa memperdulikan perasaanku,katanya curhat.
Sudahlah mas,itu kan memang adat mereka.Toh memang kita tidak jodoh,buktinya mas langsung nikah sama ratu lain.By the way,lagi banyak pulsa ya mas?Atau jangan-jangan dapat durian runtuh nih,candaku.
Ya,lagi ngisi pulsa agak lumayan dek.Ya sudah aku tutup telfonnya.Semoga masalahmu dengan suami cepat mendapat solusi.Jangan lupa kalau pulang ngasih kabar ya?Aku serius,kangen ingin lihat kamu,Wassalamualaikum..
Wa'alaikumsalam...jawabku.
Otak negatifku: kangen?Dia bilang kangen sama aku?Bagaimana kalau arsif "kangen" ini ketahuan istrinya?Atau bagaimana kalau saya balik,istrinya itu aku,dan aku itu istrinya?Ahh,dia gak setia,untung gak jadi menikahiku hehehe.
Otak positifku: Subhanallah,hakekatnya semua insan di ciptakan oleh Allah,untuk saling mengasihi,bukan saling memusuhi.Walaupun bertahun-tahun membenci,karena suatu sebab,tapi tetap rasa kemanusiaan(mengasihi) tetap ada.
Aku kenal mas Anton,7 tahun yang lalu,di sebuah rumah sakit,waktu kakek saya di operasi.Dia seorang perawat yang menanganin kakekku.Baru kenal beberapa hari (sekitar 1 minggu),setelah kami pulang dari rumah sakit,tahu-tahu dia datang ke rumah,minta izin ke kakek dan orangtuaku,untuk meminangku(gentle ya).Setelah di hitung hari tanggal kami sama kakekku dan beberapa orangtua lainnya,ternyata kami tidak cocok dan tidak jodoh.Maaf,kakek saya Jawa asli,dan beliau meyakini atau menggunakan adat-adat Jawa ,dalam beberapa bidang tradisi termasuk bidang tentang perjodohan.Nah,waktu itu kata beliau,tanggal lahir saya itu menunjukkan "Bunga"Dan tanggal lahir mas Anton menunjukkan "Angin".Dalam ramalan mereka,saya pasti akan kalah atau roboh bila angin menerpaku(hahaha).Maka dari itu kakek monolak pinangannya,karena yakin antara kami tidak jodoh.
Setelah pinangannya tidak terterima,mas Anton memaksaku untuk menikah di luar restu orang tua.Bahwa menurut dia,dalam Islam tidak ada fatwa-fatwa yang seperti kakek yakini.Namun,saya tolak,karena saya akan merasa berdosa bila harus menikah di luar restu orang tua.Semenjak itu,mas Anton tidak pernah ingin lagi bicara denganku.Pernah beberapa kali ketemu di mall,begitu aku sapa,dia langsung pergi dengan tidak mengucapkan kata sepatahpun.Akupun menyadari waktu itu,dan aku memutuskan untuk membiarkan saja.Selang satu bulan,tiba-tiba saya dapat SMS undangan pernikahannya.Namun sayang sekali,saya sudah berada di SA lagi,jadi aku hanya bisa mengucapkan selamat lewat SMS.Semenjak itu tidak ada kontak sama sekali di antara kami-saling melupakan.
Sama sekali tidak menyangka kan?Kalau setelah marah sekian lama (7 tahun lebih)tiba-tiba tadi dia telfon,mengucapkan minta maaf sembari curhat hehehe.Subhanallah,terima kasih ya Allah,saya sudah bebas.